Tuesday, February 16, 2016

Gender Indicators in Sustainable Development Goals; A Proposal of GPPI

Kerangka kerja pembangunan global bernama Sustainable Development Goals (SDGs) telah disepakati oleh para pemimpin dunia pada September 2015. Wakil Presiden Yusuf Kalla mewakili Indonesia, bersama dengan pemimpin dunia yang lainnya, mengikatkan janji untuk menurunkan 17 gol dan 169 target yang ada di dokumen SDGs. Saya sendiri optimis bahwa SDGs akan lebih baik pelaksanaannya di Indonesia karena sosialisasi keberadaan framework ini telah dilakukan sejak konsultasi global untuk menjaring isu-isu penting dunia dilakukan. Sebagian dilakukan sebagai upaya untuk mereview pelaksanaan MDGs,tetapi juga sisi lain untuk mendapatkan masukan origin dari berbagai lapisan masyarakat terkait dengan persoalan kemiskinan, ketimpangan, kekerasan terhadap perempuan dan anak, air dan sanitasi, energi, kelautan dan pesisir, dan sebagainya. 

Kini dokumen ini telah selesai diperdebatkan. Tibalah kita menurunkan secara operasional ukuran-ukuran setiap target untuk bisa mencapai gol yang telah ditentukan. Gerakan Perempuan Peduli Indonesia (GPPI), sebuah aliansi nasional yang dibentuk untuk mengawal pelaksanaan Beijing Plus 20, terdiri dari masyarakat sipil pembela HAM Perempuan dan anak, Institusi HAM Nasional seperti KOMNAS Perempuan dan KPAI.